You and Me Never Walk Alone

Showing posts with label UCL. Show all posts
Showing posts with label UCL. Show all posts

Tuesday, October 15, 2013

Agger minta Liverpool tetap fokus demi Liga Champions

Sejak 2009-10, The Reds tak pernah lagi berkompetisi di ajang tersebut. Karena itulah, bek asal Denmark itu menargetkan timnya untuk kembali merasakan kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.

"Kami ingin kembali bertanding di kompetisi antarklub Eropa, khususnya Liga Champions," kata Agger.

Kendati demikian, Agger tak mau melihat terlalu jauh. Dia tetap ingin timnya fokus dari pertandingan ke pertandingan terlebih dulu.

"Kami memasang target untuk setiap pertandingan yang akan dilakoni. Memang, mustahil untuk selalu menang. Tapi, kami masuk ke lapangan dengan target untuk meraih kemenangan," tambah Agger.

Melihat start apik yang ditunjukkan Liverpool musim ini, Agger optimistis target tersebut bisa terpenuhi. Dia hanya berharap tren positif itu terus berlanjut.

"Tak ada yang pasti di Premier League. Kami hanya perlu mendulang poin dan melihat seberapa jauh bisa melangkah," tandasnya.

sumber: indolfc

Saturday, September 7, 2013

Tiago Ilori Sempurnakan Lini Belakang Liverpool

Liverpool kembali menyambut kedatangan pemain anyar musim panas ini.

Klub Liga Premier itu memastikan bergabungnya bek Sporting Braga, Tiago Ilori, meski tidak menyebutkan tebusan yang dibayarkan kepada klub Portugal itu.

Ilori adalah pemain belakang ketiga yang diboyong ke Anfield Stadium sepanjang bursa musim panas. Sebelumnya Liverpool lebih dulu memboyong Kolo Toure dari Manchester City dan juga mendapatkan Aly Cissoko dari klub Spanyol, Valencia.

Ilori akan menjadi tenaga baru di lini pertahanan The Reds, julukan Liverpool, menyusul cedera yang dialami Sebastian Coates. Pemain asal Uruguay itu mengalami masalah lutut dan hampir dipastikan absen pada sebagian besar laga musim ini.

“Aku mengetahui soal sejarah klub [Liverpool] dan dalam pendapatku Liga Premier adalah liga terbaik di dunia,” ungkap Ilori, seperti dikutip Reuters dari situs resmi Liverpool, Senin (2/9/2013).

“Liverpool memiliki tim yang hebat dan aku pikir inilah saatnya untukku bergabung dengan mereka. Aku tahu ada banyak klub hebat lain di sini [Inggris] pada masa lalu dan Liverpool memenangi banyak gelar dan aku ingin menjadi bagian di sini,” lanjutnya.

The Reds memang berupaya memanfaatkan detik-detik terakhir bursa transfer musim panas dengan melakukan pendekatan kepada sejumlah pemain lain. Selain Tiago Ilori, Liverpool berharap meminjam Victor Moses dari Chelsea dan mendatangkan bek Paris Saint Germain (PSG), Mamadou Sakho.

sumber: solopos.com

Mimpi Oezil di Gudang Peluru

Pemain baru Arsenal Mesut Oezil menyebut The Gunner sebagai salah satu tim terkuat di dunia. Ia pun menyatakan akan cocok bermain di klub sepak bola London Utara ini karena filosifi sang manager yang sama dengan dirinya.

“Arsenal adalah satu dari tim-tim yang terkuat secara teknik di dunia. Manajer selalu ingin bermain atraktif dan menyerang. Saya pikir saya cocok dengan itu karena saya menikmati bermain cepat, sepakbola satu sentuhan,” ujarnya.

Oezil juga berharap bisa meneruskan rekor gemilangnya dalam urusan mencetak assist. Ketika ditanya apakah ia menilai assist lebih berharga daripada gol.

“Ya tentu saja. Assist berujung pada kesuksesan dan saya adalah tipe pemain yang lebih suka mengkreasi gol. Saya pikir banyak rekan setim saya tahu bahwa saya adalah pemain yang tidak egois,” kata Oezil kepada Arsenal Player seperti dikutip Detiksport.

“Sangat menyenangkan bagi saya ketika saya mengkreasi banyak gol atau mencetak gol itu sendiri. Tapi yang paling penting adalah bahwa tim saya mencapai tujuan yang diinginkan dan memainkan sepakbola positif,” ujar pemain kelahiran Gelsenkrichen, Jerman Barat ini.

Oezil resmi bergabung ke tim London Utara itu dengan nilai 42,5 juta poundsterling dari Real Madrid dan dikontrak selama lima musim ke depan. Kedatangannya menjadi harapan baru bagi publik Emirates Stadium untuk mengakhiri puasa gelar Arsenal.

Mengawali karier di Schalke 04, pemain 24 tahun ini dicatat transfermarkt membukukan satu gol dan lima assist saja dari total 39 laga semua kompetisi. Kebintangannya baru tampak saat ia hijrah ke Werder Bremen pada Januari 2008.

Di Bremen ia turun sebanyak 108 kali, mencetak 16 gol, dan menorehkan 55 assist. Persentasenya membuat assist per pertandingan adalah 51%.

Hal ini berlanjut di Madrid. Di klub ibukota Spanyol itu, pemain keturunan Turki ini mencatatkan 159 kali penampilan. Ia membukukan 27 gol dan membuat 81 assist. Persentasenya sekitar 51% assist per pertandingan.

Jumlah persentase yang hampir sama juga diukirnya di level timnas. Selama 47 kali bermain bersama timnas Jerman, ia membuat 24 assist dan 14 gol.

Sinar Oezil pun diduga tidak akan redup di ‘Gudang Peluru’. Apalagi ia diyakini bakal diberi kepercayaan penuh oleh Manajer Arsenal Arsene Wenger, sesuatu yang diakui Oezil tak didapatkannya di Madrid di masa-masa terakhirnya di sana.

Oezil pribadi mengaku yakin tak bakal kesulitan beradaptasi dengan tim barunya yang mengusung permainan menyerang dan mengandalkan umpan-umpan pendek. 

sumber; solopos.com

Santo Iker Tumbal Perdamaian Madrid-Barca

Pelatih Timnas Spanyol, Vicente del Bosque, mengungkapkan  Iker Casillas kehilangan tempat di skuat utama Real Madrid ketika era Jose Mourinho karena sang kiper membantu mendinginkan ketegangan Madrid-Barcelona demi terciptanya harmonisasi di skuat Timnas Spanyol.

Saat Mourinho masih menangani Madrid, duel el clasico kerap diwarnai ketegangan, meski beberapa pertemuan terakhir, bentrok yang mempertemukan Madrid dan Barcelona semakin minim kontroversi.

“Benar, dalam momentum sulit untuk tim nasional, ketika duel Real-Barca agak menegang, dia [Casillas]…membantu tim untuk tetap maju dan melanjutkan kemenangan seperti ketika di Euro [2012],” beber Del Bosque kepada stasiun radio Onda Cero, dilansir Reuters, Jumat (6/9/2013).

“Itu tidak berlangsung bagus dan itu mungkin juga memberi efek merugikan bagi Iker,” jelas mantan entrenador Real Madrid itu.

“Dia adalah tokoh kunci dalam membina kerukunan di tim nasional,” terangnya.

Ketegangan mencapai puncak pada Agustus 2011, ketika Mourinho mencolok mata Tito Vilanova yang saat itu menjadi asisten pelatih Barcelona, saat duel Piala Super Spanyol. Perselisihan itu berpotensi ikut memperkeruh hubungan pemain Timnas Spanyol yang mengenakan kostum dua klub, Real Madrid (Casillas, Sergio Ramos, Xabi Alonso dan Avlaro Arbeloa) dan Barcelona (Xavi dan Carles Puyol).

Casillas pun mencoba mendinginkan suasan dengan bertemu Xavi serta Puyol. Hal itu, menurut Del Bosque, ikut menjadi alasan keputusan Mourinho untuk mencadangkan Casillas dan digantikan Diego Lopez di palang pintu utama Madrid pada akhir musim lalu.

Meskipun faktanya, setelah terjadi pergantian pelatih di Real Madrid dari Mourinho ke Carlo Ancelotti, Casillas belum berhasil kembali ke posisinya semula sebagai kiper utama Los Blancos. Kiper Barcelona, Victor Valdes, yang sedang mencapai performa sempurna bersama klubnya digadang-gadang akan menjadi kiper utama ketika Timnas Spanyol bertemu Finlandia pada laga Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2014, Zona Eropa, di Helsinki, Sabtu (7/9/2013) dini hari WIB.

sumber:  solopos.com

Saturday, August 17, 2013

Profil Simon Mignolet

Pemain Belgia, Simon Mignolet, menambah kekuatan Liverpool di sektor penjaga gawang ketika memutuskan pindah dari Sunderland pada Januari 2013. 

Meski bermimpi bermain sebagai pemain outfield, kiper berusia 25 tahun itu justru tampil cemerlang ketika dipercaya menjaga gawang klub kota kelahirannya, Sint-Truiden. Perkembangannya di level junior begitu pesat. 

Total. Mignolet tampil dalam 104 laga bersama Sint-Truiden. Dia mengantarkan klubnya meraih tiket promosi ke kasta tertinggi Liga Belgia pada 2008-09, kala menjuarai kompetisi kasta kedua. 

Salah satu momen terindah Mignolet terjadi pada musim tersebut. Dia menyumbangkan satu gol. Itu terjadi pada di Ronse, April 2009. Tendangan Mignolet sebagai eksekutor penalti sempat ditepis. Namun, bola pantul langsung disambarnya dan menjebol gawang lawan. 

Kehadiran Mignolet juga meningkatkan kepercayaan diri di lini belakang. Tampil 39 kali, dia membawa Sint-Truden finis di posisi lima besar dan meraih tiket play-off. 

Penampilan apiknya membuat sejumlah klub Eropa tertarik. Sunderland beruntung bisa mendapatkan Mignolet setelah tawaran dua juta pounds diterima Sint-Truiden.

Keberadaan Craig Gordon membuat Mignolet mengawali karir di Stadium of Light sebagai pemain cadangan. Cedera yang menimpa kiper utama asal Skotlandia itu membuat Mignolet naik pangkat dan membuka kesempatannya untuk unjuk kebolehan. 

Keunggulan Mignolet terletak pada refleks, keberanian beradu satu lawan satu, dan mengomandoi lini belakang. Dia lantas menjadi pilihan nomor satu di Sunderland. 

Kepercayaan pun didapatkan dari timnas Belgia pada 2011. Ketika dia dipercaya tampil pada kualifikasi Euro 2012 melawan Austria pada Maret 2011. 

Hingga saat ini, dia sudah 13 kali berseragam Red Devils, julukan timnas Belgia. Termasuk persahabatan melawan Inggris pada Juni 2012. Dia bersaing ketat dengan Thibaut Courtois sebagai kiper utama Belgia untuk Piala Dunia tahun depan. 

Musim 2012-13, Sunderland memang tampil labil dan nyaris terdegradasi. Tapi, Mignolet tetap tampil konsisten seperti sejak pertama kali datang. 

Dia tampil dalam 38 pertandingan Premier League. Sebelas di antaranya dilalui dengan tanpa kebobolan. Status yang membuatnya berada di posisi kelima untuk kiper terbaik. 

Kecakapan Mignolet juga bisa dilihat pada musim tersebut. Dia melakukan 149 kali penyelamatan. Jumlah itu hanya kalah dari Jussi Jaaskelainen. 

Hal itu membuat sejumlah klub Eropa tertarik untuk merekrutnya. Termasuk Liverpool pada musim panas ini. 

Keinginan manajer Brendan Rodgers pun terpenuhi pada Juni ini. Mignolet resmi bergabung ke Anfield pada 25 Juni

berikut cuplikan bio mignolet via wikipedia:
Mignolet playing for Liverpool in 2013
Personal information
Full nameSimon Mignolet[1]
Date of birth6 March 1988 (age 25)
Place of birthSint-TruidenBelgium
Height1.93 m (6 ft 4 in)[2]
Playing positionGoalkeeper
Club information
Current clubLiverpool
Number22
Youth career
2004–2006Sint-Truiden
Senior career*
YearsTeamApps(Gls)
2006–2010Sint-Truiden100(1)
2010–2013Sunderland90(0)
2013–Liverpool1(0)
National team
2003Belgium U161(0)
2004Belgium U172(0)
2005–2006Belgium U1811(0)
2006–2007Belgium U193(0)
2009Belgium U201(0)
2008–2010Belgium U2110(0)
2011–Belgium13(0)
* Senior club appearances and goals counted for the domestic league only and correct as of 12:26, 17 August 2013 (UTC).
† Appearances (Goals).
‡ National team caps and goals correct as of 21:37, 08 June 2013 (UTC)














Wednesday, April 24, 2013

Kisah 96 Malaikat Merseyside


Persembahan untuk 96 Malaikat Merseyside
Liverpool FC Indonesia  6:00 AM

Jujur, awalnya saya merasa tak memiliki kapasitas untuk menulis insiden ini. Ya, saya kadang menulis sesuatu
yang berkaitan langsung dengan sepak bola. Entah berita, gosip, bahkan nyinyiran berbagai hal (termasuk tim sendiri). Tapi kali ini saya akan mencoba memberikan opini tentang salah satu tragedi paling menyesakkan di dunia sepak bola. Terkhusus untuk fans Liverpool, 15 April 1989, Saat dimana tragedi Hillsborough melenyapkan nyawa 96 orang tak berdosa. Saat itu laga semifinal Piala FA antara Liverpool melawan Nottingham Forest.

Saya tak ingin bercerita panjang mengenai kronologis insiden tersebut. Sebagian besar dari kita pasti sudah tahu mengenai 96 saudara yang datang dengan niat baik itu, harus meregang nyawa karena tergencet dan terinjak-injak itu. Kapasitas stadion yang tak memadai memaksa para suporter terjebak. Saling berebut masuk, akhirnya korban pun berjatuhan.

Entah gila atau stres, ketika pihak kepolisian South Yorkshire, tiba-tiba berperan seperti polisi Indonesia pada umumnya. Ya, saat itu mereka lebih seperti mafia yang sama sekali tidak memberi bantuan untuk suporter yang minta tolong.

Menjadi lebih gila ketika Sang Media yang mengaku sebagai "Matahari"nya media di Inggris, membuat pernyataan palsu berjudul The Truth, beberapa hari setelah tragedi itu. "Suporter memanfaatkan korban dan mencuri","Suporter mengencingi polisi", "Suporter dengan sengaja datang pada waktu mepet". Ironis ketika kebohongan tersebut terurai jelas ke seluruh Inggris dan terpampang di cover sebuah koran. Kevin MacKenzie is the man.

Tak ayal, seluruh masyarakat Liverpool yang sedang berduka pun dipastikan mencap The Sun sebagai media pembohong. Liverpool memastikan diri anti terhadap The Sun mulai saat itu hingga kini. Namun, keadilan itu belum didapatkan. Keadilan itu masih dicari dan seorang ibu bernama Margaret Aspinall pun membuat sebuah organisasi bernama Hillsborough Family Support Group.

Perjuangan mereka sangat jelas untuk mencari fakta sebenarnya dan keadilan untuk anak serta kerabat mereka yang menjadi korban. Ironis ketika Perdana Menteri Inggris, David Cameron, baru mengakui itu 24 tahun kemudian.

Meski sudah mengakui kesalahan terjadi pada pihak kepolisian saat itu, tetap saja keadilan masih ditunggu. Berbagai tim di belahan dunia pun masih terus memberikan penghormatan untuk Liverpool. Di Jerman, ada Duo Borussia yang paling setia. Borussia Monchengadbach memberikan dana sangat besar sesaat setelah tragedi terjadi dan Borussia Dortmund, salah satu klub yang memiliki fans paling "Gila" di ranah Jerman, acap kali membuat banner "Justice For The 96" dan bernyanyi YNWA.

Duo Rival Abadi di Skotlandia, Glasgow Celtic dan Glasgow Rangers pun memberikan tribut yang luar biasa untuk Tragedi Hilsborough. Everton menjadi klub yang dengan setia mendampingi Liverpool. Mereka membuat kota Liverpool seperti tak ada rivalitas. Mereka juga merasakan hal yang sama dan beberapa dari mereka pun ada yang kerabatnya "pergi" karena tragedi Hillsborough.

Jika ingin menyebut siapa saja klub yang memberi simpati untuk Tragedi ini, rasanya artikel ini tak kunjung selesai. Hari ini, tepat 24 tahun Insiden Hillsborough. Saya belum pernah memberikan donasi langsung kepada HFSG. Saya hanya bisa memberi simpati dan dukungan dari kaos yang saya pakai tiga kali seminggu. Kaos bertuliskan angka 96 layaknya nomor punggung. Ketika rekan-rekan kerja saya sampai bosan melihat saya memakai kaos itu, itu hanya sekedar semangat dan doa yang saya berikan untuk mereka 96 malaikat luar biasa.

Ya, saya hanya bisa membuat tato dengan gambar obor dan angka 96 di pergelangan tangan kanan. Hal-hal kecil seperti itu yang baru bisa saya lakukan. Mudah-mudahan ketika datang saatnya nanti, saya dan seluruh suporter Liverpool di Indonesia dapat memberikan penghormatan lebih untuk Tragedi paling menyedihkan di dunia sepak bola ini.

Dan tulisan ini. Jelas tulisan saya sangat tidak mendalam mengenai Tragedi Hillsborough. Karena masih banyak perjuangan luar biasa dari para pejuang Hillsborough yang belum saya tuliskan disini.

Saya menulis ini dengan tangan gemetar dan mata basah. Tulisan ini setidaknya akan kekal abadi. Tulisan ini untuk mereka yang tidak mendapat keadilan. Tulisan ini untuk Margareth Thatcher yang sedang menari-nari di neraka paling dalam bernama Jahanam.

Kalian boleh menghina klub kami yang tidak juara Liga Inggris selama 20 tahun-an. Kalian boleh menyerang kami sebagai tim paling tak konsisten di Inggris. Tapi jika kalian menyerang Tragedi Hillsborough, jangan kaget jika reaksi kami layaknya pasukan tentara Indonesia saat melawan Belanda dan Jepang jelang kemerdakaan 1945.

JUSTICE FOR THE 96!!!

@FakeRegista

Tulisan diatas sepenuhnya (c) dari http://indolfc.blogspot.com

Wednesday, February 13, 2013

Berburu Tiket Final Liga Champions 2013


Tiket final Liga Champions yang akan berlangsung di Stadion Wembley, London utara, Inggris, pada Sabtu (25/5/2013) ternyata telah mulai djual awal pekan ini. Terhitung sejak Senin (11/2/2013), UEFA telah meluncurkan portal tiket. Sesi penjualan itu disediakan untuk publik Britania dan dunia internasional.

Siapa saja yang berminat bisa mengajukan aplikasinya via portal tersebut. UEFA memberikan batasan maksimal 2 tiket dan sesi pemesanan itu akan berlangsung hingga Jumat (15/3/3013). Setiap aplikan harus mengisi formulir digital dengan komplet dan yang berhak atas tiket itu ditentukan melalui lotere. Undian bakal langsung dilakukan begitu sesi ditutup dan diatur melalui sistem komputer yang telah dipersiapkan dengan matang.

Bagi yang berhak, bukan serta-merta menerima tiket tersebut, karena UEFA memiliki persyaratan tersendiri yang harus dipenuhi.

Pembayaran tiket sendiri akan diinformasikan pada Senin (8/4/2013) dan hanya dapat dilakukan melalui kartu kredit, setelah para pemenang undian ditentukan.

Berikut daftar harga tiket final Liga Champions 2012/13:- Kategori 1: 330 pounds (hampir Rp 5 juta)
- Kategori 2: 230 pounds
- Kategori 3: 140 pounds
- Kategori 4: 60 pounds
- Paket Anak (1 tiket dewasa dan 1 tiket anak): 120 pounds

Biaya pemesanan tiket:- Dipesan di Britania Raya (UK): 8 pounds
- Dipesan dari negara Eropa: 16 pounds
- Dipesan dari luar Eropa: 28 pounds

*per 13 februari 2013 , British Pound Sterling 15095.00 Indonesian Rupiah
Sumber : UEFA

Saturday, December 8, 2012

Babak 32 Besar Liga Eropa

Semua 3 tim Inggris yang masuk kompetisi musim ini telah berkembang melalui kualifikasi dan babak penyisihan grup ke babak sistem gugur.

Chelsea, yang tersingkir dari Liga Champions, tetapi juga memenuhi syarat sebagai salah satu dari tim tempat ke-3 ditempatkan delapan.

Man City mengakhiri  Liga Champions dengan status juru kunci sehingga mereka keluar dari Eropa.

Berikut 32 Kontestan liga eropa yang selanjutnya 16, yang akan ditarik pada 20 Desember.

EUROPA LEAGUE GROUP PEMENANG

Liverpool
Plzen
Fenerbahce
Bordeaux
Steaua Bucharest
Dnipro
Genk
Rubin Kazan
Lyon
Lazio
Metalist Kharkiv
Hannover 96

EUROPA LEAGUE GROUP PERINGKAT KEDUA

Anzhi Makhachkala
Atletico Madrid
Borussia Monchengladbach
Newcastle United
VfB Stuttgart
Napoli
FC Basel
Inter Milan
Sparta Praha
Tottenham
Bayer Leverkusen
Levante

CHAMPIONS LEAGUE PERINGKAT KETIGA

Dinamo Kiev
Olympiakos
Zenit St Petersburg
Ajax
Chelsea
BATE Borisov
Benfica
CFR Cluj-Napoca

SELANJUTNYA LIVERPOOL AKAN BERTEMU DENGAN SIAPA?

Liverpool akan memainkan leg kedua Putaran ke-2 di Anfield setelah selesai sebagai juara grup.

Kemungkinan Liverpool akan bertemu dengan salah satu diantara tim berikut:

Zenit St Petersburg
Ajax
BATE Borisov
Dinamo Kiev
Atletico Madrid
Borussia Monchengladbach
VfB Stuttgart
Napoli
FC Basel
Inter Milan
Sparta Praha
Bayer Leverkusen
Levante

sumber : 

Friday, August 3, 2012

Robbie Fowler Striker Legendaris Liverpool


Robert Bernard 'Robbie' Fowler (lahir April 9, 1975 di Liverpool) adalah seorang pemain sepak bola Inggris yang bermain sebagai striker untuk Liverpool. Dia telah membuat 26 penampilan internasional dan mencetak 7 gol untuk Inggris , , tapi karirnya selama masa Sven-Göran Eriksson sebagai manajer tampaknya telah berakhir.Eriksson cenderung memilih kombinasi Michael Owen dan Wayne Rooney sebagai pasangan pilihan pertama untuk Inggris.


Robbie Fowler: Pencetak gol terbanyak ketiga dalam Sejarah Premiership 
Tanggal Lahir: April 9,1975 
Tempat Lahir: Liverpool, Inggris 
Tinggi: 1.76m 
Berat: 73 kg 
Posisi: Penyerang 
Negara: Inggris 
Klub: Liverpool FC 
Nomor Punggung 9

Statistik
KlubDariUntukBiayaLigaPiala FAPiala Liga Lain
Liverpool27-01-2006Gratis 9 (5)50 (0)00 (0)01 (1)0
Man City30-01-200327-01-20066000000 63 (17)205 (0)43 (0)24 (0)1
Leeds29-11-200130-01-200311000000 24 (6)141 (1)00 (0)00 (1)0
Liverpool23-04-199229-11-2001Trainee 210 (26)12021 (3)1232 (0)2726 (12)12
Total17000000306 (54)15927 (4)1635 (0)2931 (14)13
tujuan / permainan0.440.510.820.28
AppsTujuanAppsTujuanAppsTujuanAppsTujuan

Kisah Panjang
Fowler  bergabung kembali pada 27 Januari 2006 setelah meninggalkan Manchester City dengan status bebas transfer. Jumlah skuad saat ini adalah 11, meskipun ia sebelumnya telah dipakai angka 9 & 23 kaus.
Fowler, per Maret 2005, adalah pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah Premiership, hanya di belakang Andy Cole dan Alan Shearer, yang mempertimbangkan penilaian yang rendah bentuk tahun 2000-an, benar-benar menggarisbawahi apa bakat lincah dan luar biasa ia berada di 1990-an.
Pada tanggal 2 September 2005, Robbie merilis otobiografi yang disebut Fowler: Otobiografi saya tentang waktu sebagai pemain sepak bola dan isu-isu di sekitarnya. Kutipan diterbitkan di surat kabar menunjukkan kritik memberatkan manajemen Inggris dan juga penjelasan dari beberapa perilakunya termasuk insiden terkenal "garis-sniffing" yang ia bersikeras tidak referensi ke kebiasaan kokain tetapi hanya sebuah bercanda riang.

Liverpool
Robbie lahir pada tanggal 9 April 1975 dan dibesarkan di perumahan Toxteth. Sebagai pemuda ia adalah seorang pendukung Everton bersemangat. Dia terpilih untuk Sekolah Liverpool U-14 tim dan ditemukan oleh Liverpool pramuka Jin Aspinall. Dia mulai pelatihan dengan Liverpool FC seminggu sekali dan menandatangani formulir sekolah dengan klub. Dua tahun kemudian ia bergabung sebagai sebuah YTS trainee dan ia berbalik profesional pada April 1992 pada hari ulang tahun ke-17.
Ia membantu Inggris U-18 tim untuk memenangkan Kejuaraan Eropa di musim panas 1993 sebelum membuat penilaian pertama debut di tim menang 3-1 Liverpool dalam pertandingan babak pertama Coca Cola Cup di Fulham pada September 1993. Dunia duduk dan memperhatikan ketika Fowler meraih semua lima gol di leg kedua di Anfield dua minggu kemudian. Dengan cara ini Fowler hanya menjadi pemain keempat dalam sejarah Liverpool untuk mencetak lima di fixture senior. Dia mencetak liga hat-trick ke gawang Southampton hanya dalam pertandingan liga kelima dan game pertamanya bagi klub tiga belas menghasilkan dua belas gol yang upahnya adalah Inggris U-21 debut melawan San Marino pada bulan November 1993. Dia menandai kesempatan ini dengan mencetak gol pembuka Inggris pada menit ketiga.
Meskipun tidak dapat mempertahankan tujuan-permainan-rasio-nya sepanjang musim dan meskipun berada di luar selama hampir dua bulan dengan retak, ia tetap menyelesaikan musim pertamanya sebagai pencetak gol terbanyak klub terkemuka dengan 18 gol di semua kompetisi.Sebuah bagian dari Piala Liga pemenang Liverpool tahun 1995, Fowler memenangkan Player PFA Muda Terbaik tahun 1995 dan 1996, sebuah prestasi hanya bisa disamai oleh Ryan Giggs, dan tak tertandingi sampai hari ini. Sepanjang pertengahan dan akhir 1990-an, Fowler dianggap oleh banyak finisher paling alami bermain di Inggris. Dalam satu pertandingan pada 1994, ia mencetak hat-trick (3 gol) dalam 4 menit dan 32 detik melawan Arsenal, rekor Premiership sampai hari ini.Pada tahun 1996, ia mencetak empat melawan Middlesbrough, mencapai satu abad gol satu pertandingan lebih cepat dari mentornya, Ian Rush. Fowler menempati peringkat dengan Alan Shearer sebagai salah satu setengah dari "dua dari finishers paling mengagumkan dalam Sepak Bola Inggris" oleh komentator seperti Alan Fowler lanjut Parry dan disegel reputasi ini saat ia mencetak lebih dari 30 gol selama tiga musim berturut-turut, hingga 1997.
Sayangnya, bakat baku Fowler direkat dengan reputasi terkenal di luar lapangan. Dia diejek bersama dengan beberapa rekannya pada saat itu; Stan Collymore, Jamie Redknapp dan sahabat, Steve McManaman, untuk budaya kolektif mereka sebagai "Anak-anak Spice" - sebuah istilah menghina yang menggambarkan tim waktu itu sebagai playboy berprestasi rendah di permainan.Untuk menyebut satu contoh, Fowler secara luas dikabarkan telah memiliki hubungan seksual dengan Jo Bellotti, istri kepala eksekutif David Brighton Bellotti di toilet Hotel Grand menyusul pertandingan testimonial bagi Liverpool dan pemain tengah Brighton Kasus Jimmy. Fowler juga terkenal karena perkelahian klub malam, di mana ia menderita patah tulang hidung selama bertahun-tahun, serta kedekatannya dengan pemain kontroversial seperti Paul Gascoigne. Namun, menurut sebuah artikel di Far Eastern Economic Review oleh Stephen Thanabalan, di tengah paparan tabloid skandal Fowler, scouser itu unwontedly disenangi dirinya untuk penggemar Liverpool dengan beberapa kejenakaan yang paling mengesankan dalam sejarah sepak bola. Pada tahun 1997, setelah mencetak gol di pertandingan Piala Winners, ia mengangkat nya kemeja Liverpool untuk mengungkapkan kemeja lain mendukung memecat pekerja pelabuhan Liverpool, mengambil denda, tetapi memenangkan hati banyak orang di Merseyside. Tahun itu, ia juga memenangkan penghargaan UEFA Adil Putar untuk prestasi individu dengan membuktikan dia adalah olahraga yang baik untuk mengakui dia tidak mengotori di Highbury setelah penalti telah diberikan.
Penurunan Fowler dalam keberuntungan mulai pada tahun 1998, setelah cedera membuatnya absen selama setengah musim dan menyebabkan dia kehilangan kesempatan untuk pergi ke Perancis 98. Pada tahun 1999, Fowler didenda £ 60.000 oleh Liverpool dan FA Premier League untuk membawa permainan ke dalam kehinaan setelah ia menirukan kokain mendengus dari jalur putih kotak penalti saat merayakan golnya melawan Everton. Membela diri, ia mengatakan bahwa ia kembali pada fans yang telah menghina dia dengan accussations palsu penyalahgunaan narkoba.Fowler juga menerima skorsing empat pertandingan dari FA atas kejadian ini. Pada sidang FA sama disiplin, Fowler menerima lebih lanjut dua suspensi pertandingan menyusul insiden terpisah di mana ia telah mengejek bek Chelsea Graeme Le Saux lebih rumor seksualitas pemain, dengan melambaikan belakang di dia. FA dikenakan denda 32.000 poundsterling untuk dua insiden.
Ketika tim datang dikaji oleh pelatih baru Gerard Houllier, Fowler refocussed dirinya dan memenangkan Piala Liga, Piala FA dan Piala UEFA dengan The Reds pada tahun 2001. Pada Oktober 2001, ia mencetak liga hat-trik untuk tiga tahun, membantu Liverpool mengalahkan Leicester City 4-1. Dia adalah pahlawan bagi penggemar Liverpool, namun kombinasi dari luar lapangan kontroversi dan argumen pelatihan tanah dengan lalu Manajer Phil Thompson Asisten, menyebabkan keberangkatannya ke Leeds United. Ada beberapa spekulasi bahwa Houllier telah secara pribadi ingin membuang Fowler, sementara publik mempertahankan dalih ingin mempertahankan jasa striker. Ini mungkin sebagai upaya untuk mempertahankan dukungan ruang rapat itu. Penampilan Fowler untuk Liverpool telah dibatasi oleh kehadiran striker pilihan pertama Inggris, Emile Heskey dan Michael Owen.

Leeds United
Kurangnya kesempatan tim pertama dalam jangka ke Piala Dunia 2002 adalah faktor dalam transfer Fowler ke Leeds United. Pengalihan ini pergi ke depan hanya satu bulan setelah hat-trick di Leicester dengan biaya 11 juta pound. Pengalihan ini tidak berubah menjadi perangsang untuk karir internasional yang Fowler harapkan. Dia dirundung masalah cedera dan berat dan menjadi beban keuangan Leeds sebagai klub mengalami keruntuhan keuangan.

Manchester City
Fowler dipindahkan ke Manchester City pada tanggal 16 Januari 2003. Fowler mengalami awal yang relatif miskin untuk karir Kota Manchester, tetapi bermain baik di paruh kedua musim 2004/05, mencetak Premiership 150 golnya dalam kemenangan 3-2 atas Norwich City pada 28 Februari 2005. Namun, kegagalannya untuk mengkonversi tendangan penalti menit ke-90 melawan Middlesbrough pada pertandingan terakhir musim ini dicegah Manchester City dari pintu masuk ke Piala UEFA. Anehnya, Fowler masih mengakhiri musim sebagai pencetak gol atas klub.
Fowler merindukan awal musim 2005/06, mencetak pada comeback dalam pertandingan cadangan pada awal September. Dalam musim panas 2005 Kota ditandatangani Inggris ke depan, Andy Cole dan Darius Vassell, menambahkan lebih kompetisi untuk posisi depan pusat.
Fowler telah terikat dengan cedera sampai ia mencetak hat-trick ketika manajer Stuart Pearce mulai dia melawan Scunthorpe United di Piala FA pada tanggal 7 Januari 2006. Dia tidak berada di garis start untuk Manchester City di Liga Utama pada awal musim 2005/06. Dia mencetak gol ketiga Manchester City menang 3-1 terkenal mereka melawan rival sekotanya Manchester United seminggu kemudian. Namun, ini tampak melakukan apa-apa untuk peluangnya untuk memecah kemitraan Cole dan Vassell, yang Pearce tampaknya mendukung. Tujuan perayaan Nya melawan United akan terbukti menjadi ironis. Setelah mencetak ia berlari ke pendukung Serikat, mengangkat lima jari mengacu pada lima Liverpool menang Piala Eropa, dibandingkan dengan United dua.

Kembali ke Liverpool
Pada tanggal 27 Januari 2006, Fowler bergabung kembali dengan Liverpool dari Manchester City pada transfer kejutan gratis. Kembali disambut hangat di antara penggemar Liverpool, yang masih memegang Fowler dalam hal tinggi. Fowler tetap penggemar Liverpool setelah ia awalnya meninggalkan klub. Dia berada di keramaian Istanbul ketika Liverpool memenangkan Liga Champions tahun 2005. Kontraknya yang ditetapkan untuk berakhir pada akhir musim 2005/2006, pada saat mana klub dan Fowler akan meninjau situasi. Kembali Fowler melawan Birmingham City pada Februari 2006 diberi label oleh pers sebagai barang dari dongeng, dan bukan hanya dia datang ke resepsi meriah dalam penampilan pertamanya untuk Liverpool di 4 tahun, Fowler menciptakan beberapa bukaan dan memiliki tujuan akrobatik memerintah keluar untuk offside.

Kekayaan
Di luar sepakbola, Situs Resmi Inggris Pacuan kuda daftar Fowler sebagai salah satu pemilik Selebriti balap kuda besar Inggris, mengutip perusahaannya dan sahabat Steve McManaman, 'The Macca dan Growler Kemitraan. Kepentingan bisnis lainnya termasuk portofolio properti besar telah mengakibatkan Fowler menjadi konon olahragawan terkaya di Inggris.

Prestasi

* 1993 UEFA Under-18 Championship dengan Inggris 
* 1994/95 Piala Liga dengan Liverpool FC 
* 2000/01 Piala Liga dengan Liverpool FC 
* 2000/01 Piala FA bersama Liverpool FC 
* 2000/01 Piala UEFA dengan Liverpool FC 
* 2001/02 Eropa Piala Super dengan Liverpool FC




Jamie Carragher dalam angka menuju legenda Liverpool

Jamie Carragher telah mencapai penampilan ke-700 untuk Liverpool melawan Gomel, Kamis, di sini adalah angka di belakang prestasi yang menakjubkan yang telah ditorehkannya.

15 tahun telah berlalu sejak Jamie melakukan debut untuk The Reds - sebagai pengganti Rob Jones dalam pertandingan Piala Liga melawan Middlesbrough pada 8 Januari 1997

58 penampilan adalah total catatan Carra untuk satu musim, selama 2000-01 ketika dia membantu The Reds untuk meraih treble unik dari Piala FA, Piala Liga dan Piala UEFA

7 besar piala menang dengan The Reds - 2 Piala FA, 3 Piala Liga, 1 Liga Champions, 1 Piala UEFA

140 penampilan di kompetisi Eropa membuat pria Jamie dengan permainan yang paling di panggung kontinen dalam sejarah Liverpool

29 adalah jumlah minimum game 34 tahun telah bermain selama masing-masing 14 musim terakhir

38 caps untuk negaranya

6 pertandingan dimainkan di Piala Dunia untuk Inggris, di Jerman 2006 dan Afrika Selatan 2010, tidak ada yang berakhir dengan kekalahan selama waktu normal

7 adalah di mana Reds pendukung peringkat bek ketika diminta untuk nama mereka 100 Pemain yang Shook The Kop

11 Carraghers adalah mimpi yang dimiliki oleh kebanyakan pada Kop, yang menyanyikan setiap minggu dari keinginan mereka untuk "tim Carraghers"

1 Kehormatan Fellowship, diberikan oleh Liverpool John Moores University di Juli 2012

36 gol dalam satu kampanye merupakan rekor mencetak gol Jamie, yang masih berdiri, untuk Boys Bootle sebagai pemain muda di pusat-maju

43 kali bek tengah telah berbaris melawan Chelsea, lebih dari tim lain - dengan Arsenal, Manchester United, Aston Villa dan Everton berikutnya oposisi yang paling umum

5 gol Carragher telah mencetak untuk Liverpool, yang berarti rata-rata bek gol setiap 140 game

19 kali Carragher telah bermain di Liga Eropa setelah pertandingan melawan FC Gomel

0 adalah harga yang dibayarkan The Reds untuk layanan Carragher itu, setelah membawa dia melalui tim muda sebelum memberikan kontrak profesional pada tahun 1996

6 manajer telah bertugas di Anfield sejak Jamie melakukan debut, dimulai dengan Roy Evans dan sampai ke saat Brendan Rodgers bertugas.

81 hari telah berlalu sejak terakhir Jamie tampil untuk The Reds, melawan Swansea pada akhir musim 2011-12

9 besar babak final Carragher telah bermain di Liverpool, 7 yang dimenangkan

157 lebih game Jamie perlu bermain jika ia adalah untuk memecahkan semua  pemegang rekor penampilan untuk Liverpool , Ian Callaghan

8 kali Carragher telah menempatkan bola melalui gawangnya sendiri, termasuk dua kali dalam satu pertandingan pada satu kesempatan

35.682 orang menghadiri testimonial Jamie, yang berlangsung melawan XI Everton di Anfield pada tahun 2010

1.000 mil itu jarak Carra baru saja bepergian setelah bekerja sebagai cendekiawan selama Euro 2012 untuk menghadiri presentasi piala untuk tim lokal di kota kelahirannya

23 adalah baik Carragher jumlah mengenakan dengan bangga di belakang kemejanya Liverpool dan nama yayasannya, yang didirikan untuk mendukung anak-anak lokal dan amal di seluruh kota

1 Jamie Carragher

sumber: liverpoolfc.com

Tuesday, June 12, 2012

Liverpool's Miracle of Istanbul

The Liverpool's 2005 Team Create Miracle of  Istanbul

There have been few events in sports that have had the level of resounding shock and awe as Liverpool's Miracle of Istanbul in the 2005 Champions League final against AC Milan.However, that was not the end of it, as the first half came to a close with two quick strikes from Hernan Crespo, putting the six-time champions on top 3-0 after the 43rd and 44th minute goals.


But, the night proved to be young, and Liverpool came out in the second half with their fans behind them and charging for something to happen, and happen it did. Rafael Benitez substituted Steve Finnan as the Irishman made way for Dietmar Hamann, with the Reds going to three at the back to push more men forward.

Steven Gerrard Kiss UCL Trophe
Steven Gerrard scored on 54 minutes to give the Reds hope of a revival in the last half hour, but it would only take two minutes for Vladimir Smicer to make it 3-2, as Liverpool could not believe their luck.

AC Milan were stunned and still struggling to recover from Liverpool's continuous attack of the last five minutes Gennaro Gattuso fouled Steven Gerrard, awarding the Reds a penalty.


Xabi Alonso stepped to the spot and had his penalty saved, but blasted home the rebound and it was game on with the match now tied at 3-3 in one of the most magical—for Liverpool—and devastating—for AC Milan—moments in UEFA Champions League history.


There were still 30 minutes of action left, but neither side could end the deadlock in the last half hour nor through two 15 minutes periods of extra time and the game now headed to spot kicks.


Serginho stepped to the spot first for Milan and fired over the bar. Liverpool sub Dietmar Hamann then converted to send the Reds to their first lead of the night. Andrea Pirlo was next to the spot for Milan, and Jerzy Dudek dove right stopping the shot.


Djibril Cissé was next for Liverpool and was the second straight substitute to convert from the spot.


Liverpool were now two goals to the good, but scores from Jon Dahl Tomasson and Kaka with a block on John Arne Riise in between saw the match level once again, with the Reds' third substitute of the game, Vladimír Šmicer, now at the spot, who converted to send his club back on top.


The last man standing for Milan was Ukrainian hit man Andriy Shevchenko, who fired straight down the middle, only for a diving Dudek to save clear with his trailing left hand and give the Reds their fifth European title in what to me is the greatest Champions League Final of all time.


Here is the Liverpool's miracle of Istanbul





Champions League Final 2005
May 25, 2005
Kemal Ataturk Olympic Stadium, Istanbul
Referee: Manuel Mejuto Gonzalez
Attendance: 70 024 people
AC Milan 3-3 Liverpool (2-3 on penalties)
(Paolo Maldini 1 ', Hernan Crespo 38', 42 '; Steven Gerrard 54 ', Vladimir Smicer 56', Xabi Alonso 60 ')

AC. Milan

1 - Dida
2 - Cafu
3 - Paolo Maldini
31 - Jaap Stam
13 - Alessandro Nesta
21 - Andrea Pirlo
8 - Gennaro Gattuso / 10 - Rui Costa (112 ')
20 - Clarence Seedorf / 27 - Serginho (86 ')
22 - Kaka
7 - Andriy Shevchenko
11 - Hernan Crespo / 15 - Jon Dahl Tomasson (85 ')



Liverpool F.C


1 - Dudek
3 - Steve Finnan / 16 - Dietmar Hamann (46 ')
21 - Djimi Traore
23 - Jamie Carragher
 4 - Sami Hyypia
14 - Xabi Alonso
10 - Luis Garcia
 6 - John Arne Riise
8 - Steven Gerrard
 7 - Harry Kewell / 11 - Vladimir Smicer (23 ')
5 - Milan Baros / 9 - Djibril Cisse (85 ')