You and Me Never Walk Alone

Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Friday, May 1, 2015

Efek Bali Nine, Foto Jokowi disingkirkan dari Pameran di Australia

Sebuah foto wajah Presiden Joko Widodo atau Jokowi disingkirkan dari ruang pamer di National Portrait Gallery (NPG), Canberra, Australia, menyusul pelaksanaan eksekusi dua pemimpin kelompok pengedar narkoba yang dikenal dengan julukan "Bali Nine".

Foto tersebut merupakan karya Adam Ferguson yang masuk daftar National Photographic Portrait Prize tahun ini.

Pengelola galeri tersebut awalnya berencana untuk memajang foto itu sampai Juni mendatang.

Direktur galeri tersebut, Angus Trumble, mengatakan, pencopotan foto merupakan tindakan sementara, dan si fotografer telah diberi tahu. Dia mengatakan, mereka khawatir foto itu mungkin akan dirusak oleh seseorang yang marah terkait eksekusi terhadap warga Australia, yaitu Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, pada Rabu (29/4/2015) dini hari di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah.

"Menurut saya, Rabu pagi, dalam situasi dan dalam operasional kami, juga berdasarkan penilaian terbaik saya tentang risiko kerusakan pada karya seni, foto itu pun perlu disingkirkan dari ruang pamer," katanya seperti dikutip ABC, Kamis.

"Selain itu, saya terpengaruh oleh pernyataan Perdana Menteri (Tony Abbott) dan Pemimpin Oposisi, serta tentu saja posisi parlemen dan penarikan kembali duta besar kami."

Dini hari tadi, Ferguson menulis status di halaman Facebook-nya yang mengatakan bahwa ia sedih mendengar berita tentang eksekusi Chan dan Sukumaran, tetapi ia bingung dengan keputusan NPG.

"Hukuman mati itu kuno, dan saya ikut berduka bersama keluarga (terpidana)," katanya. "Saya diberi tahu bahwa hari ini foto saya untuk sementara dicopot karena respons masyarakat terhadap eksekusi anggota 'Bali Nine', dan untuk menghormati para korban dan keluarga mereka. Saya benar-benar bingung bahwa lembaga seni terkemuka Australia mengambil tindakan tersebut."


ABC Foto wajah Presiden Joko Widodo itu semula berada di antara dua foto di atas.
Ferguson mengatakan, seni adalah tentang dialog sosial dan politik. "Galeri-galeri terkemuka berusaha untuk mempromosikan diskusi dan membuka pintu pertanyaan bagi para pengunjung mereka," katanya.

"Saya berpikir bahwa memungkinkan orang untuk melihat foto yang saya buat tersebut akan lebih penting pada saat ini, jika mengingat keadaannya."

Foto wajah Jokowi itu diambil pada September lalu saat pemotretan untuk sampul majalah Time.

Trumble mengakui bahwa fotografer itu tidak senang dengan pencopotan foto tersebut. "Saya menelepon seniman itu untuk memberitahukan keputusan saya dan alasan mengapa saya mengambil keputusan itu," katanya.

"Saya senang bahwa saya melakukan langkah itu. Kami berkomunikasi, dan saya menghormati pandangannya yang berbeda. Dia mengatakan bahwa ia lebih suka karyanya rusak atau hancur, daripada dicopot dari ruang pamer."

Wednesday, June 11, 2014

Inggris bungkam tentang malvinas

Klaim media Inggris Daily Mail mengatakan bahwa manajemen Tim Nasional (Timnas) Inggris sudah meminta kepada penggawanya tidak menjawab pertanyaan tentang Malvinas. Media itu, tulis AFP pada Senin (9/6/2014), menulis bahwa permintaan itu bahkan ditempelkan di ruang ganti di kamp latihan The Three Lions di Rio de Janeiro. Dapat dipastikan, para pemain Inggris bakal bungkam.

Catatan menunjukkan pemain Tim Nasional (Timnas) Argentina membentangkan spanduk yang mengatakan kalau Malvinas adalah milik Argentina. Waktu itu, di Stadion La Plata, Argentina beruji coba jelang Piala Dunia versus Slovenia. Argentina unggul 2-0.

Inggris dan Argentina berseteru soal Malvinas pada 1982. Sampai sekarang, kontroversi soal kedaulatan atas Malvinas atau Kepulauan Falkland menjadi sandungan bagi hubungan kedua negara.

Sejauh ini, belum ada informasi jawaban dari pihak manajemen Timnas Inggris.

Saturday, June 29, 2013

Daftar Caleg Bermasalah Versi ICW

Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis 36 calon anggota legislatif yang diragukan komitmennya terhadap upaya pemberantasan korupsi, Jumat (28/6/2013). Dalam daftar itu, nama Edhy Baskoro Yudhoyono atau Ibas juga tertera bersama sembilan kader partai berlambang bintang mercy ini.
Setidaknya ada lima kategori yang digunakan ICW untuk merangkum daftar caleg yang terindikasi lemah berkomitmen pada pemberantasan korupsi. Caleg yang masuk dalam kategori itu adalah politikus yang namanya pernah disebut dalam keterangan saksi atau dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) terlibat serta atau turut menerima sejumlah uang dalam sebuah kasus korupsi.
ICW menyebutkan, Partai Demokrat menjadi partai terbanyak penyumbang kader yang diragukan komitmen antikorupsinya. Ibas masuk daftar hitam ICW karena laporan dugaan pencemaran nama baikoleh Ibas kepada Yulianis dinilai oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menghambat upaya pemberantasan korupsi. Laporan Ibas itu terkait ucapan Yulianis tentang Ibas yang menerima uangsebesar 200.000 dollar AS pada kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010.

ICW juga memasukkan politikus bekas terpidana kasus korupsi dalam daftar itu. Demikian pula politikus yang pernah dijatuhi sanksi atau terbukti melanggar etika dalam pemeriksaan oleh Badan Kehormatan DPR, yang mengeluarkan pernyataan di media yang tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi, dan yang mendukung upaya revisi Undang-Undang KPK yang berpotensi memangkas dan melemahkan kewenangan lembaga tersebut.
Berikut ini daftar 36 caleg bermasalah versi ICW:
Golkar: 9 orang
1. Aziz Syamsuddin
Disebut oleh Saksi (AKBP Thedy Rusmawan) dalam persidangan kasus simulator (28/5/2013) menerima uang untuk memperlancar proyek simulator SIM.

2. Bambang Soesatyo
Disebut oleh Saksi (AKBP Thedy Rusmawan) dalam persidangan kasus simulator (28/5/2013) menerima uang untuk memperlancar proyek simulator SIM.

3. Idris Laena
Melakukan pelanggaran etika (sedang) dalam kasus permintaan barang atau upeti kepada BUMN.

4. Nurdiman Munir
Mendukung upaya revisi UU KPK yang berpotensi melemahkan kewenangan lembaga tersebut.

5. Setya Novanto
Kesaksian Lukman Abbas di Pengadilan Tipikor Pekanbaru mengaku menyerahkan uang 1.050.000 dollar AS (sekitar Rp 9 miliar) kepada Kahar Muzakir setelah pertemuan dengan Setya Novanto.

6. Kahar Muzakir
Kesaksian Lukman Abbas di Pengadilan Tipikor Pekanbaru mengaku menyerahkan uang 1.050.000 dollar AS (sekitar Rp 9 miliar) kepada Kahar Muzakir.

7. Melchias Marcus Mekeng
Disebut sebagai "Ketua Besar" dalam BBM antara Mindo Rosalina Manulang dan Angelina Sondakh dalam kasus wisma atlet.

8. Priyo Budi Santoso
Nama Priyo Budi S masuk dalam tuntutan JPU atas kasus pengadaan Al Quran dan laboratorium yang menyeret Dendi Prasetya dan Zulkarnain Djabar.

9. Charles Jonas Mesang
Disebut dalam surat dakwaan untuk terdakwa bekas Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Sjafii Ahmad di Pengadilan Tipikor, Senin (29/11/2010), menerima uang dari proyek pengadaan alkes di Kemenkes sebesar Rp 90 juta.



Demokrat: 10 orang
1. Edhie Baskoro Yudhoyono
Laporan dugaan pencemaran nama baik oleh Ibas kepada Yulianis dinilai oleh LPSK menghambat pemberantasan korupsi.

2. Mirwan Amir
Saksi Mindo Rosalina M dalam persidangan menyebutkan peran yang bersangkutan sebagai "Ketua Besar" yang menerima uang dari proyek wisma atlet.

3. Jhonny Allen Marbun
Disebut oleh Abdul Hadi Jamal (tersangka kasus korupsi pembangunan dermaga dan bandara Indonesia timur) menerima uang Rp 1 miliar dalam proyek yang sama.

4. Achsanul Qosasi
Melakukan pelanggaran etika ringan dalam kasus permintaan barang atau upeti kepada BUMN.

5. Ignatius Mulyono
Membantu pengurusan sertifikat Hambalang atas permintaan Anas Urbaningrum.

6. Muhammad Nasir
Audit BPK menyebut nama Muhammad Nasir termaktub dalam akta kepemilikan PT Anugerah Nusantara.

7. Sutan Bhatoegana
Disebut oleh JPU menerima uang dalam kasus solar home system (SHS) dan hal tersebut juga diakui oleh terdakwa Kosasih Abas.

8. Marzuki Alie

9. Max Sopacua
Disebut dalam surat dakwaan untuk terdakwa bekas Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Sjafii Ahmad di Pengadilan Tipikor, Senin (29/11/2010), menerima uang dariproyek pengadaan alkes di Kemenkes sebesar 45 juta.

10. Mahyudin
Disebut oleh saksi Mindo Rosalina M dalam persidangan (16/1/2012) sebagai "Pak Ketua" yang menerima sejumlah uang dari pembahasan wisma atlet.


PDI Perjuangan: 5 orang
1. Herman Hery
Disebut oleh saksi (AKBP Thedy Rusmawan) dalam persidangan kasus simulator (28/5/2013)menerima uang untuk memperlancar proyek simulator SIM.

2. I Wayan Koster
Disebut oleh saksi Lutfi Ardiansyah dalam persidangan tipikor (27/1/2012) menerima uang sebesar Rp 5 miliar dari Grup Permai.

3. Said Abdullah
Disebut oleh Yulianis dalam persidangan tipikor (4/10/2012) turut serta dalam menggiring sejumlah proyek bersama Grup Permai.

4. Olly Dondokambey
Disebut oleh Yulianis dalam persidangan tipikor (4/10/2012) turut serta dalam menggiring sejumlah proyek bersama Grup Permai.

5. Ribka Tjiptaning
Dijatuhi sanksi oleh Badan Kehormatan DPR berupa larangan memimpin rapat panitia khusus atau panitia kerja di DPR terkait kasus ayat tembakau yang hilang dalam UU Kesehatan.


PKS: 4 orang
1. Zulkieflimansyah
Melakukan pelanggaran etika ringan dalam kasus permintaan barang atau upeti kepada BUMN.

2. Adang Darajatun
Tidak bersedia menyampaikan informasi keberadaan istrinya (Nunun Nurbaeti) kepada KPK saat Nunun menjadi buronan kasus travel cheque.

3. Fahri Hamzah
Mendorong pembubaran KPK.

4. Nasir Djamil
Mendukung upaya revisi UU KPK yang berpotensi melemahkan kewenangan lembaga tersebut.


Gerindra: 3 orang
1. Desmond J Mahesa
Disebut oleh saksi (AKBP Thedy Rusmawan) dalam persidangan kasus simulator (28/5/2013)menerima uang untuk memperlancar proyek simulator SIM.

2. Vonny Anneke Panambunan
Mantan terpidana kasus korupsi Bandara Loa Kulu di Kutai Kartanegara. Vonny divonis 1,5 tahun penjara (Mei 2008).

3. Pius Lustrilanang
Disebut ngotot mendukung perencanaan gedung baru Parlemen.


PPP: 2 orang
1. Ahmad Yani
Mendukung upaya revisi UU KPK yang berpotensi melemahkan kewenangan lembaga tersebut.

2. M Achmad Farial
Disebut oleh JPU menerima uang dalam kasus solar home system (SHS) dan hal tersebut juga diakui oleh terdakwa Kosasih Abas.


Hanura: 1 orang
1. Syarifuddin Sudding
Mendukung upaya revisi UU KPK yang berpotensi melemahkan kewenangan lembaga tersebut.


PKB: 1 orang 1. Abdul Kadir Karding
Disebut oleh Yulianis dalam persidangan tipikor (4/10/2012) turut serta dalam menggiring sejumlah proyek bersama Grup Permai.


PBB: 1 orang

1. Nazaruddin Sjamsuddin

sumber: kompas.com

Monday, June 10, 2013

Kisruh Konsulat RI Jeddah

Ribuan pekerja Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, dikabarkan mengamuk di Konsulat Jendral RI, Minggu (9/6/2013) waktu setempat. Mereka membakar beragam perkakas di pintu masuk konsulat, dan berusaha menerobos untuk melakukan pembakaran gedung. Aksi tersebut dipicu kemarahan atas proses dokumen perjalanan.

"Kami masih memeriksa apakah ada korban atau berapa banyak pekerja terluka," kata Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur seperti dikutip Arab News. Dia mengatakan bahwa semua diplomat dan staf konsuler aman.

Kru Pertahanan Sipil, polisi, pasukan khusus dan ambulans Bulan Sabit Merah turun ke tempat kejadian untuk memulihkan ketertiban. Jalan menuju ke konsulat ditutup.

Saksi mata mengatakan api masih menyala hingga pukul 22.00 waktu setempat. Petugas pemadam kebakaran pun masih terlihat berupaya memadamkannya.

Kerusuhan ini adalah buntut insiden pada Sabtu (8/6/2013). Saat itu para pekerja perempuan Indonesia "menyerbu" konsulat untuk mendapatkan dokumen perjalanan. Setidaknya tiga perempuan terluka dan pingsan.

Para pekerja Indonesia di Arab Saudi yang tak memiliki izin bekerja, punya tenggat waktu hingga 3 Juli 2013 untuk "melegalkan" keberadaan dan aktivitas mereka. Dokumen yang harus dipastikan mereka miliki adalah visa kerja.

Perseteruan antara para pekerja, polisi, dan pejabat konsulat diduga dipicu frustasi para pekerja karena lamanya proses pengurusan dokumen dan kurangnya pengorganisasian di konsulat. "Kami telah mengalami masalah dengan konsulat sejak kami tiba dua hari lalu," kata seorang asisten rumah tangga dari Indonesia, yang tidak ingin namanya dipublikasikan. "Kemarin saya jatuh dan terluka karena konsulat tidak tahu apa yang mereka lakukan dan tidak bisa mengendalikan massa."

Pekeja lainnya yang mengaku bekerja di bidang konstruksi, mengeluh dia tidak bisa masuk ke konsulat untuk mengurus dokumen perjalanan. "Percayalah, sekarang saya hanya ingin pulang," kata dia.

sumber: kompas.com

Ketua MPR, Taufiq Kiemas Wafat

Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Singapura pada Minggu (8/6/2013) malam.

Politisi senior yang meninggal di usia 70 tahun itu selama hidupnya dikenal sebagai politisi yang berkomitmen memperjuangkan empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya Taufiq. Menurutnya, tidak hanya MPR yang kehilangan, tetapi juga bangsa Indonesia.

"Kepeduliannya kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sangat luar biasa mengesankan. Untuk keempat pilar negara itu, Pak Taufiq Kiemas siap melakukan apa saja, berkorban apa saja," ujar Hajriyanto di Jakarta, Minggu (8/6/2013).

Politisi Partai Golkar itu mengaku, meski kondisi fisik Taufiq semakin menurun, semangat suami dari mantan Presiden Megawati Soekarnoputri itu selalu menyala jika sudah berbicara Pancasila.

"Bagi beliau, Pancasila dan NKRI adalah segala-galanya. Dan untuk dasar negara dan falsafah bangsa ini, Pak Taufiq Kiemas tidak mentolerir pandangan-pandangan yang mengukurnya secara finansial," kata Hajriyanto.

Sebagai salah satu politisi senior PDI Perjuangan, Taufiq juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat mengayomi semua golongan. Hajriyanto menuturkan, Taufiq mampu menyatukan semua kelompok, aliran, dan golongan ideologis apa pun.

"Pak Taufiq selalu menjadi rujukan para politisi Indonesia dari partai politik manavpun, apakah parpol berdasar agama ataukah parpol nasionalis-kebangsaan. Semuanya menjadi Pak TK (panggilan akrab Taufiq Kiemas) sebagai seniornya, kakaknya, ayahnya, bahkan rujukannya. Pak Taufiq Kiemas bukan hanya milik PDI-P, melainkan milik bangsa dan negara Indonesia," papar Hajriyanto.

Sebelumnya diberitakan, Taufiq Kiemas tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura sejak kemarin. Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6/2013). Peresmian dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945.

sumber: kompas.com

Kenangan Taufiq Kiemas

Mengenakan kemeja tenun warna merah lengan panjang dengan kancing atas dibuka tiga, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas berseri-seri wajahnya. Di bawah pohon sukun yang teduh dan dari pokok batangnya bercabang lima, Taufiq bercengkerama dengan rekan-rekannya.

Tidak hanya bercengkerama di samping patung Bung Karno muda yang merenung saat dalam pengasingan (1934-1938), yang baru saja diresmikan bersama Wakil Presiden Boediono, Taufiq juga bersedia difoto. Tidak hanya bersama dan oleh sesama anggota MPR, sejumlah warga yang berbaur juga dilayani berfoto bersama. Karena lelah, kursi warna merah dipakainya duduk. Kipas tangan dikibas-kibaskan, sementara warga bergantian minta foto bersama.

Karena asyik bercengkerama di samping Bung Karno di bawah pohon sukun yang mulai berbuah di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Taufiq tidak melanjutkan kunjungan peresmian Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Kampung Ambugaga, Ende.

Taufiq dan rombongan anggota MPR berada di Ende untuk peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2013. Peringatan istimewa karena pertama kali dilakukan di luar Jakarta. Ende dipilih karena menjadi cikal bakal lahirnya butir-butir Pancasila yang dipidatokan Bung Karno di depan Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), 1 Juni 1945.

Bung Karno (33) diasingkan sebagai tahanan politik di Ende berdasarkan surat keputusan pemerintah kolonial Hindia Belanda, 28 Desember 1933. Dikawal serdadu Belanda, Bung Karno bersama keluarga bertolak dari Surabaya menumpang kapal barang KM Van Riebeeck menuju Flores. Setelah berlayar delapan hari, Bung Karno tiba di Ende, 14 Januari 1934. Beserta istrinya, Inggit Ganarsih; mertuanya, Amsih; dan kedua anak angkatnya, Ratna Juami dan Kartika; Bung Karno berada di Ende selama empat tahun, hingga 18 Oktober 1938.

Karena itu, kenangan akan Bung Karno dihadirkan dalam peringatan yang dilakukan di Lapangan Pancasila, Ende. Sekitar 1.000 murid SMA Negeri 1 Ende, berpakaian adat daerah masing-masing, menyanyikan lagu kegemaran Bung Karno berjudul ”Io Vivat” yang notasinya disalin Eman Weroh SVD. Sebelumnya, mereka menyanyikan lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” dengan khidmat, megah, dan lantang. Di tengah pidatonya tentang Pancasila, Taufiq memuji cara para murid menyanyikan ”Indonesia Raya”.

Fraksi empat pilar
Meskipun teks untuknya sudah disiapkan dan sudah dikoreksi dengan tulisan tangan, Taufiq bisa dengan rileks keluar dari teks pidatonya. Misalnya, saat Taufiq memperkenalkan anggota MPR yang menyertainya kepada ribuan orang yang hadir pada peringatan Hari Lahir Pancasila. Tidak adanya sekat politik dalam bentuk fraksi di MPR dibanggakan Taufiq di depan Boediono yang kemudian tersenyum. 

”Kami cuma punya satu fraksi, ’fraksi empat pilar’ namanya,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah.
Fraksi empat pilar yang dimaksud adalah fraksi yang memperjuangkan empat pilar kenegaraan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Karena kegigihannya memperjuangkan keempat pilar ini, Taufiq dianugerahi gelar doktor honoris causa dari Universitas Trisakti, Jakarta, 10 Maret 2013. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah besar tokoh nasional hadir dalam penganugerahan gelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, itu.

Selesai berpidato di Ende, Taufiq berjalan beriringan bersama Boediono ke Taman Rendo, tempat patung Bung Karno duduk merenung akan diresmikan. Boediono menekan tombol peresmian. Saat tombol ditekan, Taufiq yang tersenyum mengawali tepuk tangan ribuan hadirin yang datang.
Kini, tepuk tangan, senyum, dan wajah berseri-seri itu mengajak kita untuk kembali ke dasar kita bernegara: Pancasila.
sumber: kompas.com

Thursday, March 7, 2013

RIP Presiden Venezuela Hugo Chavez


Presiden Venezuela Hugo Chavez meninggal dunia pada Selasa malam waktu setempat, demikian pengumuman resmi yang disampaikan Wakil Presiden Venezuela.

Chavez sebelumnya dirawat lebih dari satu tahun karena sakit kanker, dan beberapa kali menjalani operasi di Kuba.
Selama proses perawatan selama beberapa bulan, Chavez -- yang berusia 58 tahun -- tidak pernah terlihat di depan umum.
Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan hal itu, dengan diapit para pemimpin politik dan militer.
Sebelumnya, dia mengatakan Chavez mengalami infeksi saluran pernafasan akut dan baru saja memasuki "masa kritis".
Dalam pidato yang penuh emosional, Maduro -- sambil menitikkan air mata -- mengatakan, bahwa Chavez telah meninggal dunia pada pukul 16:25 waktu setempat "setelah berjuang melawan penyakit parah selama hampir dua tahun".

Militer setia

"Kami telah menerima informasi yang amat sulit dan tragis... ComandantePresiden Hugo Chavez telah wafat hari ini pukul 4:25," kata Maduro, dalam pidato yang disiarkan televisi nasional.
Sambil berusaha menahan tangis, Maduro meminta seluruh rakyat Venezuela untuk merapatkan barisan setelah kematian pemimpin mereka.
Dia mengatakan, pemerintah telah mengerahkan angkatan bersenjata dan polisi "untuk melindungi rakyat dan menjamin adanya perdamaian."
Sebelumnya, Maduro mengatakan dia telah mengusir dua diplomat AS dari Venezuela karena dianggap melakukan kegiatan mata-mata terhadap aktivitas militer Venezuela.
Pernyataan resmi militer Venezuela menyatakan, akan melindungi kedaulatan, integritas dan keamanan negara.
Pemimpin angkatan bersenjata negara itu juga menyatakan akan tetap setia kepada wakil presiden, parlemen. Mereka juga meminta masyarakat tetap tenang.
Menurut konstitusi Venezuela, pemimpin Kongres Venezuela, Diosdado Cabello, akan menjabat jabatan presiden sementara sebelum pemilihan umum digelar.

Tuesday, February 5, 2013

Dilema Dakwah PKS Tersandung Sapi via Chirpstory