You and Me Never Walk Alone

Saturday, August 8, 2015

SEMANGKUK BAKMI CUMA-CUMA

Seorang anak bertengkar dengan ibunya dan meninggalkan rumah. Saat berjalan tanpa tujuan ia baru sadar bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Ia melewati sebuah warung bakmi. Ia begitu lapar dan ingin sekali memesan semangkok bakmi. Pemilik warung bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan warungnya, akhirnya ia bertanya "Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?"

"Ya, tapi aku tidak punya uang," jawab anak itu dengan malu-malu. "Tidak apa-apa, aku akan memberimu cuma-cuma", jawab si pemilik warung.

Anak itu segera makan semangkuk bakmi cuma-cuma yang disediakan dengan lahap dan menghabiskannya. Selang berapa lama kemudian air matanya mulai berlinang. "Ada apa Nak?" Tanya si pemilik warung. "Tidak apa-apa, aku hanya terharu karena seorang yang baru kukenal begitu peduli padaku, memberi aku semangkuk bakmi sedangkan ibuku sendiri telah membuatku benci dan lari dari rumah."

Pemilik warung itu berkata "Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi cuma-cuma lalu kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi, nasi dll sampai kamu dewasa, harusnya kamu lebih berterima kasih kepadanya.

Anak itu kaget mendengar hal tersebut. "Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi cuma-cuma dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tapi terhadap jasa ibuku yang telah memasakkan untukku selama bertahun-tahun, aku lupakan begitu saja.

Anak itu segera bergegas pulang. Begitu sampai di pintu pagar rumah, ia melihat ibunya dengan wajah cemas berdiri menanti di pintu rumah. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulut ibunya adalah "Nak... Kau sudah pulang! Mari masuk, ibu telah menyiapkan makanan kesukaanmu"

Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis di hadapan ibunya.

Hikmah: Terkadang satu kesalahan saja mampu membuat kita mudah melupakan begitu banyak kebaikan seseorang. 

Semoga kita tidak lupa untuk berterima kasih pada orang-orang yang begitu banyak jasa baiknya hingga kita terkadang lupa untuk menyadarinya? Apakah itu orang tua kita? Suami kita? Istri kita? Orang-orang terdekat kita? ��

www.berdakwah.net

Related Posts:

  • Sifat Manusia Berdasarkan Bulan Lahir Bulan kelahiran dapat menentukan sifat dan karakter seseorang, hal ini dipengaruhi oleh planet yang menaungi bulan yang bersangkutan sehingga membentuk karakter sesuai dengan pen… Read More
  • Situs Fotografi Terbaik Versi Vandelaydesign Web desainer sering menelusuri melalui website portfolio desainer lain untuk inspirasi dan ide yang dapat digunakan dalam pekerjaan mereka sendiri. Fotografer, seperti desainer, m… Read More
  • Ketua MPR, Taufiq Kiemas Wafat Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Singapura pada Minggu (8/6/2013) malam. Politisi senior yang meninggal di usia … Read More
  • Kisruh Konsulat RI Jeddah Ribuan pekerja Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, dikabarkan mengamuk di Konsulat Jendral RI, Minggu (9/6/2013) waktu setempat. Mereka membakar beragam perkakas di pintu masuk konsu… Read More
  • Kenangan Taufiq Kiemas Mengenakan kemeja tenun warna merah lengan panjang dengan kancing atas dibuka tiga, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas berseri-seri wajahnya. Di bawah pohon sukun … Read More

0 komentar:

Post a Comment