You and Me Never Walk Alone

Wednesday, February 12, 2014

Bayar Mahal, Pun Gagal Lolos CPNS K2

Pengumuman hasil seleksi CPNS Kategori II (K2) tidak hanya menyisakan kekecewaan bagi tenaga honorer yang tidak lolos. Sejumlah tenaga honorer mengaku sudah membayarkan sejumlah uang kepada pihak tertentu agar lolos menjadi PNS, namun tetap tidak lolos.
UJian CPNS 2013

Wakil Ketua DPRD Boyolali, Fuadi, menyebutkan dia menerima pengaduan dari beberapa tenaga honorer yang tidak lolos seleksi CPNS K2 meskipun sudah membayar dengan nominal uang tertentu. “Siang ini sudah ada dua orang yang mengadu dan menangis karena sudah bayar mahal ternyata tidak lolos,” kata Fuadi yang juga Ketua DPD II Golkar Boyolali, Selasa (11/2/2014).

Fuadi mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu secara detail pengaduan yang masuk ke pihaknya. Dia menegaskan siap menerima pengaduan dari tenaga honorer peserta ujian CPNS K2 yang mengalami kasus serupa.

“Kami siap menerima pengaduan dan siap bantu untuk menyelesaikannya secara hukum. Detail persoalannya akan kami pelajari dulu, yang jelas ada oknum di salah satu dinas.”

Dia menyebutkan, nilai uang yang telah dibayarkan calon PNS itu tidak sedikit. Berdasarkan pengakuan mereka, nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

sumber : solopos

Kiat Bhineka.com Menjual Diri

Bagaimana Bhinneka.com membangun bisnis online sehingga menjadi besar? Perjalanan dimulai dari sebuah rumah kecil di satu gang di Jakarta.

Perjalanan panjang dari sejak memulai debut pada tahun 1993, akhirnya membuahkan hasil manis. Memasuki usia ke-21 tahun pada hari ini (12/2/2014), manajemen Bhinneka.com merasa bersyukur.
Staff Bhineka dot com

Hendrik Tio selaku founder dan CEO Bhinneka.com mengisahkan usaha mereka berawal dari rumah kecil di sebuah gang di Jakarta yang menjual produk teknologi pada 1993.

"Kini, kami telah berkembang pesat dengan 532 karyawan dan menjual 50 ribu jenis produk," katanya.

Seiring perkembangan multimedia yang pesat, portal e-commerce ini telah mengembangkan berbagai fasilitas pembayaran.

Jika awalnya hanya menggunakan layanan transfer dan Cash On Delivery (COD), kini berbagai metode pembayaran telah diterapkan seperti Internet Banking, Credit Card, Credit Card Online, Cicilan 0%, Cicilan 0,99%, E-Money dan proses perusahaan.

Tio mengutip data yang menyebut bahwa tren e-commerce di negeri ini semakin berkembang seiring meningkatnya jumlah pengguna internet, dengan 74 juta orang Indonesia berselancar di dunia maya sepanjang 2013, jumlah kelima terbesar di Asia.

Menurut Daniel Tumiwa, Ketua Umum idEA (Indonesian E-Commerce Association), perkembangan bisnis online juga tak lepas dari kemudahan akses internet.

Data dari AC Nielsen melaporkan bahwa saat ini 48% dari pengguna internet di Indonesia menggunakan telepon seluler (ponsel).

Kecenderungan ini diperkirakan akan terus berlanjut dengan peningkatan menjadi 53% dalam beberapa bulan ke depan.

"Tingginya pengguna internet juga dapat diartikan semakin besarnya peluang pasar e-commerce. Bhinneka.com merupakan salah satu toko online pertama di Indonesia yang menawarkan kemudahan dan keamanan bagi para online shoppers," ujar Daniel. 

sumber : Antara

Ini Dia Pengganti Gita Wirjawan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan Muhammad Lutfi yang akan menjadi Menteri Perdagangan (Mendag) menggantikan Gita Wirjawan.

“Hari ini saya mengumumkan pergantian Menteri Perdagangan RI. Sebagaimana saudara tahu, beberapa waktu lalu saudara Gita Wirjawan mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri. Saya sudah melakukan fit and proper test dua hari yang lalu bersama wakil presiden terhadap saudara Lutfi. Saya memandang Lutfi cakap dan mampu menjadi Mendag menggantikan Gita,” katanya di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/2/2014).
Gita Wirjawan

Lutfi adalah mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang. Lutfi menggantikan posisi yang ditinggalkan Gita per 1 Februari 2014 demi fokus pada kegiatan persiapan menjadi calon presiden melalui Konvensi Partai Demokrat. Gita menjadi Menteri Perdagangan di kabinet Presiden SBY selama 2 tahun 3 bulan.

Lutfi akan memegang jabatan menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dalam periode yang tegolong singkat, yaitu sejak hari ini sampai kabinet pimpinan Presiden SBY berakhir pada tahun ini.
M. Lutfi

Dalam perjalanan karirnya, Lutfi kerap berkaitan dengan Gita Wirjawan. Lutfi adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2005 – 2010 sebelum digantikan oleh Gita. Pada Agustus 2010, Lutfi ditunjuk oleh SBY untuk menjadi Dubes RI untuk Jepang dan Mikronesia.

Tuesday, February 4, 2014

10 Profesi yang Terancam Punah, Digantikan Mesin

Dengan berjalannya waktu dan semakin canggihnya teknologi, pekerjaan yang biasanya dikerjakan dengan menggunakan tenaga manusia diprediksi akan tergantikan.

Menurut analisis dari Glassdoor, situs komunitas pencari kerja, otomatisasi akan meningkat drastis pada tahun 2033 mendatang. Pada saat itu, Glassdoor mengklaim sebanyak 47 persen dari pekerjaan yang ada saat ini akan diambil alih oleh tenaga mesin.

"Di masa depan, tampaknya kebanyakan dari pekerjaan yang ada saat ini, dari kasir ke teller, akan diotomatisasi dan kebutuhan untuk orang sungguhan mengerjakan peran tersebut tidak akan diperlukan lagi saat teknologi sudah mampu dan mengambil tanggung jawab tersebut," kata Scott Dobroski, Ahli Komunitas Glassdoor.

Menurut Dobroski, ada beberapa jenis pekerjaan dengan keterampilan rendah, seperti telemarketer, dapat digantikan dengan mudah oleh tenaga mesin.

Namun, pekerjaan yang membutuhkan kreativitas atau kemampuan sosial tinggi tidak akan tergantikan dengan mudah.

"Perencana pernikahan (wedding planner), sebagai contohnya, tidak berisiko untuk diotomatisasi seluruhnya karena kreativitas, komunikasi, dan kemampuan multitasking dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan," lanjut Dobroski.

Ingin tahu prediksi pekerjaan-pekerjaan apa saja yang bisa saja punah, tergantikan oleh tenaga mesin dalam beberapa tahun mendatang? Berikut 10 pekerjaan yang mungkin tergantikan, seperti dikutip dari Mashable.
Robot di restoran Jepang

1. Teller bank

Peran dari pekerjaan yang satu ini sudah mulai digantikan oleh mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Saat ini, nasabah bank dapat mengambil uang tunai, transfer dana, membayar tagihan, hingga membeli pulsa melalui mesin ATM. Melalui sebuah mesin khusus lainnya, nasabah pun dapat menyetor uang tunai ke rekeningnya.

Menurut Mark Gilder, Director of Distribution Strategy Citibank, saat ini setidaknya 85 persen pekerjaan teller bank dapat dilakukan di ATM.

Meskipun begitu, jenis pekerjaan ini masih belum digantikan oleh mesin sepenuhnya. Menurut Bureau of Labor Statistics (BLS) AS, tidak ada perubahan yang terlalu signifikan pada jumlah tenaga kerja ini hingga tahun 2022 mendatang.

2. Kasir

Kasir merupakan salah satu contoh lain pekerjaan yang dapat digantikan dengan mesin. Beberapa toko besar di AS dan negara-negara Barat lainnya sudah menyediakan sebuah mesin khusus untuk layanan mandiri para pembelinya.

Nantinya, para pembeli bisa memindai dan melakukan pembayaran secara mandiri melalui mesin tersebut. Hingga saat ini, mesin mandiri tersebut diketahui sudah berjumlah 430.000 unit di seluruh dunia, meningkat hingga empat kali lipatnya dari tahun 2008 lalu.

3. Resepsionis

Tugas menerima panggilan telepon yang biasanya dimiliki oleh resepsionis saat ini sudah mulai dikerjakan oleh mesin penjawab atau sistem asisten virtual. Salah satu sistem yang mulai terkenal adalah virtual receptionist.

Di negara dengan teknologi maju seperti Jepang, peran resepsionis bahkan sudah tergantikan robot sungguhan.

4. Operator telepon

Sama seperti resepsionis, tugas penerima panggilan dari konsumen sudah mulai tergantikan mesin penjawab otomatis.

5. Tukang pos

Peran surat berbentuk fisik saat ini sudah tergantikan oleh e-mail atau surat elektronik. Selain lebih hemat, tidak menggunakan prangko, kertas, dan lain-lain, e-mail dapat terkirim hanya dalam hitungan detik saja.

6. Agen perjalanan (travel agent)

Beberapa tahun lalu, konsumen harus pergi ke agen perjalanan apabila ingin memesan tiket pesawat. Namun, kini konsumen dapat melakukannya sendiri melalui situs maskapai yang ingin digunakan.

Selain lebih praktis, konsumen dapat memilah sendiri, tiket mana yang paling murah.

7. Juru ketik

Peran juru ketik untuk masa depan diprediksi akan tergantikan oleh mesin atau software pengenal suara. Saat ini, para ahli dan perusahaan teknologi raksasa terus mengembangkan dan menyempurnakan sistem tersebut.

8. Reporter

Dengan meningkatnya layanan blog dan media online, profesi reporter media cetak atau koran diprediksi akan terus menurun.

Perangkat lunak pun kini sudah mulai dapat digunakan untuk menulis artikel. Sebagai contoh, The New York Times menggunakan teknologi situs web semantik untuk membuat pengumuman pernikahan.

Alih-alih seorang reporter menulis berita pernikahan, para pembaca dapat memasukkan informasi sendiri melalui dunia maya, seperti informasi pengantin, pekerjaan, dan banyak lagi. Informasi tersebut nantinya akan diatur sedemikian rupa oleh sebuah perangkat lunak untuk dijadikan sebuah artikel pengumuman pernikahan.

9. Penginput data (data entry)

Peran pekerjaan ini dapat digantikan oleh software pengenal suara, sama seperti juru ketik.

10. Telemarketer  

Tidak berbeda dari resepsionis, peran telemarketer juga bisa digantikan oleh sistem mesin penjawab otomatis.
Sumber: Mashable.com

Internet Indonesia Lambat, So What?

Dalam riset yang dilakukan penyedia layanan komputasi awan, Akamai Technologies, tercatat bahwa akses internet di Indonesia merupakan yang terlambat kedua di kawasan Asia Pasifik. Bagaimana respons Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) atas riset tersebut?

Kemenkominfo mengakui bahwa akses internet di Indonesia belum maksimal. Riset Akamai ini menjadi cambuk untuk terus meningkatkan kualitas akses internet yang tentu saja harus dilakukan atas kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi.
Internet Mobile

Kepala Humas Kemenkominfo Gatot S Dewa Broto mengakui, pertumbuhan pengguna internet di Indonesia tidak dibarengi dengan infrastruktur telekomunikasi yang maksimal. Salah satu kendalanya adalah wilayah Indonesia yang luas.

"Kita punya wilayah yang besar, tidak bisa dibandingkan dengan Singapura atau Korea Selatan. Tidak bisa apple-to-apple seperti itu," katanya, saat ditemui di Jakarta, Kamis (30/1/2014).

Singapura dan Korea Selatan telah membangun infrastruktur telekomunikasinya sejak lama. Sementara Indonesia, menurut Gatot, baru benar-benar membangun infrastruktur sejak 2009. "Sekarang kita punya program true broadband, Palapa ring, hingga broadband wireless access (BWA)," lanjut Gatot.

Menurut riset Akamai, Indonesia berada di peringkat ke-118 negara di Asia Pasifik untuk urusan akses internet. Rata-rata kecepatan internet di Indonesia hanya 1,5 Mbps pada kuartal ketiga 2013, menurun 14 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Korea Selatan masih memegang posisi sebagai negara dengan internet tercepat di Asia Pasifik per kuartal tiga 2013, dengan rata-rata 22,1 Mbps, dan Jepang berada di posisi kedua dengan rata-rata 13,3 Mbps.

Akses internet yang cepat dipercaya dapat meningkatkan perekenomian suatu negara. Menurut Bank Dunia, sekitar 10 persen penetrasi broadband di suatu negara dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 1,38 persen.

Kemenkominfo berusaha mempercepat pembangunan telekomunikasi, salah satunya dengan mengkaji aturan main untuk jaringan nirkabel generasi keempat (4G) LTE yang rencananya digelar di spektrum frekuensi 1.800MHz.

Namun, Gatot belum dapat memprediksi kapan aturan 4G LTE itu akan selesai karena urusan blok 3G di frekuensi 2.100MHz saja belum rampung. Setelah proses akuisisi dan merger XL Axiata dengan Axis selesai, maka Kemenkominfo akan melelang dua blok 3G yang dikembalikan oleh XL.

Ini dia alasan internet di Indonesia Super Lambat

Laporan terbaru dari Akamai membeberkan peringkat kecepatan koneksi internet Indonesia pada kuartal III tahun 2013 lalu. Disebutkan, kecepatan koneksi internet Indonesia rata-rata tercatat sebesar 1,5 Mbps.

Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat kedua terbawah di antara negara-negara Asia Pasifik dalam hal kecepatan koneksi internet rata-rata. Indonesia hanya lebih tinggi dari India yang mencatat angka 1,4 Mbps. (Baca: Internet Indonesia Paling Pelan Kedua)
Internet Super Lambat

"Prestasi" internet Indonesia ini banyak dikecam oleh para pengguna internet di Indonesia. Mereka mengeluhkan dan bertanya, mengapa internet Indonesia lambat dan kapan internet Indonesia bisa secepat Korea Selatan yang menempati peringkat teratas dunia.

Atas keluhan tersebut, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring pun angkat bicara. Tifatul melalui akun Twitter-nya, Kamis (30/1/2014), mengawali komentarnya dengan sebuah pertanyaan, "Tweeps Budiman, memangnya kalau internetnya cepat mau dipakai buat apa?...:D *MauTauBanget*".

Tak lama setelah tweet tersebut ditulis, jawaban-jawaban dari pengguna Twitter Indonesia mengalir dengan deras.

Salah satu pengguna Twitter dengan akun @Hestipanda menulis jawaban, "kirim materi video HD ke client di luar negeri, deadline, yg bisa bantu cuma internet dgn kecepatan upload yg tinggi. Help us".

Akun lain, @shitlicious, menuliskan, "skype-an sama pacar pak. Semoga anda mengerti." Yang kemudian dijawab melalui akun @tifsembiring tanpa embel-embel *TS* di belakangnya: "Ini sama dg membebankan dana saksi kpd APBN...:D."

Setelah membaca jawaban-jawaban dari para follower-nya, Tifatul pun memberi penjelasan. Berikut penjabaran soal lambatnya internet di Indonesia oleh Tifatul:

- Pembangunan fasilitas TIK di Indonesia dilaksanakan scr bertahap prioritas kepadatan penduduk dan pemerataan infrastruktur TIK.

- Keterbatasan anggaran Kemenkominfo, sekitar Rp 3 Trilyun/thn. u/ infrastruktur separuhnya. Smtr pertumbuhan pengguna IT sangat cepat.

- Pemerataan fasilitas IT: blank spot seluler sisa 6% wilayah Papua. Seluruh desa Indonesia sdh ada telepon, tiap kecamatan ada Internet.

- Terus dg Pembangunan jaringan broadband Fiber Optic, Wifi Kab/Kota, NIX, IIX, satelit, micro wave dst. Nmn angka pengguna jauh melejit.

- Infrastruktur dibangun scr deret hitung, namun user tumbuh scr eksponensial. Tahun 2012 jumlah IP Address Indonesia sdh mencapai 72 juta.

- Lebih dari 70% pengguna Internet memakai mobile inet. Tambah lagi down load image dan film2 yg butuh spektrum lebar sangat marak.

- Akibatnya terjadi lack of spectrum bandwith. Masing2 berebut untuk memakai jalur yg sama. Akibatnya kecepatan menjadi lambat.

- Ini fenomena kota2 besar, di Beijing saja sangat susah dpt sinyal 3G di siang hari. Ini fasilitas layanan publik. Mau cepat byr mahal.

- India saja yg sdh punya Silicon Valley di Bengalore masih terkendala dg tingginya jumlah user . Insya Allah scr bertahap akan lebih baik.

- Tahun 2015 kita targetkan kota2 besar di Indonesia sdh merata jaringan broad band dg speed inet sekitar 2MB/s - 8 MB/s. Insya Allah.

Mengenai peringkat internet Indonesia di Asia Pasifik, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah menyampaikan tanggapannya. Baca tanggapan itu di Internet Indonesia Pelan, Ini Kata Kominfo.