You and Me Never Walk Alone

Monday, September 16, 2013

Mematikan Rasa Rindu

Salah satu wujud cinta sejati adalah rindu. Tapi rindu akan terpuaskan jika anda rindu pada objek yang tepat.

Rindu itu bisa subjektif atau sepihak. Anda merindukan teman atau pacar, ehh dia tidak. Kita merindukan anak, eh dia biasa saja. Kita merindukan orangtua, Ortu malah tidak mencari kita.

Rindu yang terpuaskan adalah saat keduanya saling butuh dan merindukan. Kehadiran seseorang yang kita rindukan memberi sukacita tersendiri. Komunikasipun nyambung dan membangun.

Namun bagaimana jika seseorang yang kita rindukan tidak merindukan kita?.

Belajarlah mematikan atau setidaknya mengalihkan emosi rindu tadi. Sebab kalau tidak anda bisa kecewa. Adalah sakit jika tidak mendapat respon yang sesuai harapan. Ada perasaan tertolak, yang rasanya bisa tajam menusuk ke dalam jiwa.

Merindukan seseorang juga perlu atur waktu. Jika anda rindu pacar siang dan malam sampai lupa waktu hingga obsesif memikirkan si dia, maka anda bermasalah. Rindu berlebihan bukanlah wujud cinta yang benar. Bisa jadi, anda terlalu mencintai diri sehingga membutuhkan perhatian pacar Anda. Ini tidak sehat dan mengganggu.

Bagaimana mengalihkan rasa rindu?

Satu, berpikirlah positif dan menyadari bahwa anak, teman atau pasangan Anda mungkin lagi sibuk sehingga belum sempat berkomunikasi

Dua, alihkan rasa rindu dengan kegiatan dan kesibukan lain. Khususnya di waktu senggang belajar menikmati hobi

Tiga, miliki beberapa sahabat baik yang membangun dan menjadi tempat anda curhat atau berdiskusi

Empat, kirimlah sesuatu yang baik dan dibutuhkan orang yang anda butuhkan. Bisa berupa cerita, makanan atau sesuatu yang menyalurkan rasa sayang Anda.

Lima, kalau objek rindu anda adalah pacar dan dia menunjukkan tidak lagi sayang atau merindukanmu, maka bersiaplah “mematikan” rasa rindumu. Secara bertahap usahakan mencari seseorang untuk anda cintai. Sebab cinta sejati tak bertepuk sebelah tangan.

Enam, jika orangtua atau sebaliknya anakmu sedang tidak menunjukkan rasa kangennya belajarlah “cuek”. Jangan terlalu dipikirkan. Jalani kehidupan dan aktivitas sesehari. Anda bisa mengadakan waktu dan suasana khusus untuk bisa melepas rindu. Misalnya buat liburan bersama, acara HUT atau reuni keluarga besar.

Tujuh, Salurkan kerinduanmu kepada Tuhan dalam doa. Baca firmanNya dan nikmati hubungan pribadi yang karib. Maka hatimu akan lega.

Akhirnya, jangan paksakan perasaan rindu. Memaksakan rasa rindu hanya menyusahkan dirimu sendiri. Rindu itu energi positif, jangan dihamburkan dengan sia-sia. Tunjukkan itu kepada orang yang tepat, pada waktu dan situasi yang tepat.

Semoga mencerahkan

@PeduliKeluarga
dari buku “Mengenali Monster Pribadi” By Julianto Simanjuntak

0 komentar:

Post a Comment